Bimtek Pembinaan Ideologi Pancasila, DPRD Lampung dan BPIP RI Hadirkan Ken Setiawan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — DPRD Provinsi Lampung bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP RI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantapan Pembinaan Ideologi Pancasila sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Kamis (18/9/2025), di Balai Keratun, Pemprov Lampung.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Ken Setiawan, Pendiri NII Crisis Center, pusat rehabilitasi korban Negara Islam Indonesia (NII).
Hadir dalam acara itu Kepala BPIP RI Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. M. Firsada, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosial, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Dr. Ir. Prakoso, MM, para anggota DPRD Provinsi Lampung, jajaran pejabat BPIP, serta peserta Bimtek dari berbagai unsur.
Acara dibuka secara resmi dengan pemukulan gong, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU oleh Kepala BPIP RI dan Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, Kostiana.
Dalam sambutan dari BPIP, Pemprov Lampung, dan DPRD, ditegaskan pentingnya pemahaman Pancasila secara komprehensif, sinergi antar-lembaga, serta upaya berkelanjutan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di masyarakat.
Pada sesi materi, Ken Setiawan berbagi pengalaman pribadinya. Ia mengakui bahwa dulu dirinya adalah orang yang paling anti terhadap Pancasila. Ia bahkan menganggap Pancasila sebagai thaghut atau berhala yang harus ditolak dan diingkari. Namun kini, ia menyadari bahwa pandangan tersebut adalah sebuah kesalahan, dan dirinya telah kembali setia kepada NKRI.
“Dulu semua orang dianggap kafir. Jangankan yang berbeda agama, bahkan yang seagama pun jika tidak bergabung dengan kelompok kami tetap dikafirkan,” ungkap Ken.
Ken menegaskan, intoleransi dan sikap anti-Pancasila adalah tahap awal menuju radikalisme dan terorisme. Ia menggambarkan proses doktrinasi yang disebutnya mirip “hipnosis ekokontak” melalui sugesti berulang dengan dalil agama.
“Pertanyaan seperti ‘bagus mana Pancasila dengan Al-Qur’an, bagus mana negara Islam dengan negara kafir’ terus diulang dengan mengutip sejumlah ayat dan hadis, hingga korban kehilangan daya kritis,” jelasnya.
Dalam rekaman video yang ditayangkan, Ken menekankan makna sila pertama Pancasila.
Bimtek Pancasila
DPRD Lampung
BPIP
Ken Setiawan
terorisme Lampung
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
