Berbasis Data AI, Satelit Lampung-1 Segera Mengorbit

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

31 Mei 2025 17:44 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Diskominfo Provinsi Lampung
Rilis ID
Foto Diskominfo Provinsi Lampung

Kemudian, memantau kondisi sungai, pantai, dan ekosistem laut serta mendeteksi pencemaran. Dapat juga digunakan memantau proyek strategis seperti pelabuhan, jalan tol, dan pertambangan.

Tak kalah penting, kata Gubernur, Lampung dapat memanfaatkannya membantu petani dan pemerintah dalam memantau kesehatan tanaman, kebutuhan air, dan panen.

"Semuanya berbasis data," kata Gubernur Mirza.

Teknologi Star.vision digunakan oleh berbagai negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Terutama yang membutuhkan layanan satelit ekonomis namun berkinerja tinggi. Beberapa di antaranya:

Beberapa negara yang memanfaatkannya yakni Tiongkok untuk berbagai proyek riset dan pertahanan sipil. Pakistan untuk pengawasan pertanian dan infrastruktur.

Kemudian, Brasil dan Argentina untuk monitoring hutan dan pertanian. Negara-negara Afrika Timur untuk monitoring kekeringan dan perubahan iklim. Kini, Indonesia melalui kerja sama dengan Pemprov Lampung untuk peluncuran Satelit Lampung-1.

Astronom senior dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kini menjadi dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) di Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Dr. Hakim Luthfi Malasan, menyambut baik kehadiran Satelit Lampung-1 ini. "Sebenarnya manfaat satelit banyak sekali baik untuk penggunaan pertanian, bencana, cuaca, dan kesehatan," kata Hakim.

Astronom yang pernah menjabat Direktur Observatorium Bosscha Bandung pada periode 2010–2012 itu menilai penguasaan saintek terkait satelit dapat ditingkatkan dalam konteks laboratorium nyata bagi mahasiswa. Apalagi bidang keilmuan observatorium dan satelit buatan dikembangkan di Itera melalui Prodi SAP.

Dia berharap Gubernur Mirza dapat melibatkan Itera dalam memanfaatkan Satelit Lampung-1 untuk peningkatan mutu SDM. "Bagus sekali kalau pada saat bersamaan observatorium di Gunung Betung dilanjutkan juga," kata Hakim.

Kehadiran Satelit Lampung-1, kata doktor bidang Fisika Bintang dari The University of Tokyo, Jepang, itu, akan paripurna bagi generasi muda Lampung sekiranya Pemprov bisa mewujudkan Observatorium Gunung Betung. "Selain stasiun landas Bumi satelit pada saat yang bersamaan," tutup Hakim yang juga mantan Kepala Observatorium Astronomi Itera Lampung dan anggota tim Koordinator Nasional Pendidikan Astronomi (NAEC) Indonesia di bawah naungan International Astronomical Union (IAU) itu. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Provinsi Lampung

gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

satelit

Tiongkok

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya