BBPL Tingkatkan Kemahiran Berbahasa 40 Guru dan Tenaga Administrasi di Lamtim
Gueade
Lampung Timur
RILISID, Lampung Timur — Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan se-Lampung Timur (Lamtim) pada 17—18 Juni 2025 di SMPN 1 Batanghari, Lamtim.
Peserta dalam kegiatan ini berjumlah empat puluh orang yang terdiri dari berbagai profesi. Mulai dari guru bahasa Indonesia, guru nonbahasa Indonesia, dan tenaga administrasi dari beberapa sekolah dan Dinas Pendidikan Lamtim.
Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka selama dua hari dan secara daring selama dua bulan. Rangkaian akan diakhiri dengan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pada Agustus 2025.
Tujuan kegiatan ini selaras dengan isi Permendikdasmen Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia.
Yakni meningkatkan sikap positif agar masyarakat memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan kesadaran terhadap kaidah berbahasa Indonesia, meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia sesuai dengan standar meningkatkan kedisiplinan dan keteladanan dalam penggunaan bahasa Indonesia, dan meningkatkan mutu penggunaan bahasa Indonesia dengan meminimalisasi kesalahan berbahasa.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamtim, Gunadi.
Dalam sambutannya, dia menyatakan dukungannya atas kegiatan ini.
Dia juga meminta para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sukacita dan dapat memanfaatkannya untuk menambah ilmu kebahasaan.
Dia berharap para pendidik dan tenaga pendidik yang telah mengikuti kegiatan ini dapat menerapkan secara langsung. Khususnya saat mengajar atau menyusun surat.
Sementara itu, Kepala BBPL Halimi Hadibrata menyampaikan, Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) adalah program strategis yang dirancang untuk meningkatkan kemahiran masyarakat dalam berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
BBPL
bahasa Indonesia
Lamtim
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
