Tuai Kecaman, Bapenda Beli Smartphone Mewah Ditengah Defisit Anggaran
Paggy Fajar Dian Pratama
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pesawaran, membeli dua unit Smartphone mewah ditengah kondisi efisiensi keuangan daerah dan memicu kecaman publik.
Diketahui, Bapenda Pesawaran pada bulan Juli 2025 lalu, melakukan pembelian gadget merek Samsung Galaxy S24 dan satu Ipad Air M2 11inci, yang menelan anggaran mencapai Rp50,2 juta menggunakan dana APBD tahun 2025.
Kebijakan kontroversial tersebut, mendapat sorotan negatif dan kritik tajam dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Provinsi Lampung.
Sekjen LSM Trinusa Faqih Fakhrozi mengecam keras keputusan tersebut, karena menggunakan uang rakyat untuk membeli barang mewah sebagai bentuk pemborosan dan penyimpangan prioritas.
"Setiap rupiah dari APBD adalah uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan kepentingan pribadi pejabat," ujar Faqih, Rabu (17/9/2025).
Ia juga menyoroti ketidaksesuaian antara nilai anggaran dan harga dipasaran yakni Samsung Galaxy S24 sekitar Rp12 juta dan iPad Air M2 sekitar Rp16,2 juta, sehingga totalnya Rp30 juta.
"Ada selisih lebih dari Rp20 juta dan ini indikasi kuat adanya dugaan mark up yang harus diusut," ujarnya.
Menurut Faqih, selain melanggar prinsip efisiensi anggaran, kebijakan ini juga dianggap tidak sensitif terhadap situasi keuangan daerah.
Diketahui, Kabupaten Pesawaran mencatat defisit berturut-turut yakni senilai Rp77,7 miliar pada tahun 2022, Rp97,3 miliar tahun 2023, dan Rp48,4 miliar pada tahun 2024.
Oleh sebab itu, Faqih mendesak Inspektorat dan BPKP segera melakukan audit investigatif terhadap proses pengadaan, termasuk lelang dan spesifikasi teknis.
Bapenda Pesawaran
Evans Saggita
Dani Prima Saputra
DPD LSM Trinusa Lampung
Faqih Fakhrozi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
