Tuai Kecaman, Bapenda Beli Smartphone Mewah Ditengah Defisit Anggaran
Paggy Fajar Dian Pratama
Pesawaran
Ia juga meminta Bupati dan Ketua DPRD untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait urgensi, dasar hukum, dan tujuan pembelian barang mewah tersebut.
"Jika ditemukan pelanggaran, seluruh pihak yang terlibat harus diproses hukum dan dana dikembalikan ke kas daerah," kata Faqih.
Kepala Bapenda Pesawaran Evans Saggita, membantah pembelian Smartphone untuk kepentingan pribadi, namun sebagai kebutuhan dasar memantau pendapatan daerah secara real time.
"Kalau Bupati nanya, saya tidak harus ke kantor, karena saya punya dashboard. Sebetulnya kami perlu 4 buah untuk masing-masing bidang, karena tidak mungkin semua data dan dokumen disimpan di handphone pribadi," ujar Evan.
Evan mengaku, Smartphone tersebut bukan untuk gaya-gayaan apalagi kepentingan pribadi, melainkan untuk kedinasan.
Saat ditanya mengenai kebijakan efisiensi anggaran dan kondisi defisit keuangan daerah, Evan mengaku prihatin.
Namun pembelian smartphone tersebut dianggap sudah sangat perlu untuk kebutuhan mendasar operasional kantor.
"Kalau data real time tersimpan di memori, kalau saya pakai handphone pribadi, saya pastikan tidak kuat karena basis datanya besar. Kalau yang disimpan di laptop dan hard disk itu data baku dan terbatas kegunaan dari laptop," terangnya.
Sementara itu Sekretaris Bapenda Dani Prima Putra mengatakan, terkait spesifikasi dan harga Smartphone sudah sesuai dengan harga pasaran.
"Menyesuaikan dengan uang yang ada, kalau harga di bawah itu bukan garansi resmi dan barang black market (ilegal), bisa juga beli di online lebih murah. Pembeliannya juga kita pakai e-katalog jadi gak ngarang-ngarang (harga,red) dan tidak di mark-up," kata Dani.
Bapenda Pesawaran
Evans Saggita
Dani Prima Saputra
DPD LSM Trinusa Lampung
Faqih Fakhrozi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
