Angka Kecelakaan Meningkat, KAI Divre IV Tanjung Karang Tutup 19 Perlintasan Liar
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — PT KAI Divre IV Tanjung Karang menutup sedikitnya 19 perlintasan liar di wilayah operasional selama 2025.
Hal ini dilakukan sebagai langkah meminimalisir terjadi tingkat kecelakaan yang terhitung meningkat selama 2025 di banding 2024 diperiode yang sama.
Berdasarkan data yang dirilis PT KAI Divre IV Tanjung Karang, salama Januari-Juni 2025 terjadi 14 kasus kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang.
Peristiwa tersebut menelan korban 2 orang meninggal, 4 orang luka berat, dan 7 orang luka ringan. Serta 9 kasus kecelakaan di jalur.
Sementara pada 2024, dalam kurun waktu satu tahun terjadi 26 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang yang menelan korban 5 orang meninggal, 24 orang luka berat, dan 3 orang luka ringan.
Kemudian juga terjadi sebanyak 14 kasus kecelakaan di jalur yang menyebabkan 3 orang mengalami luka berat 9 orang meninggal.
"Penutupan perlintasan liar ini langkah penting untuk menghindari potensi kecelakaan yang bisa membahayakan perjalanan kereta," ungkap Manager Humas Divre IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari.
Zaki mengungkapkan, perlintasan liar atau tidak resmi sangat berisiko karena tidak dilengkapi dengan sistem pengamanan seperti palang pintu, rambu, maupun petugas penjaga.
"Ini menjadi komitmen PT KAI dalam menjaga keselamatan masyarakat di perlintasan dan jalur," katanya.
Menurut Zaki, penutupan ini sebelumnya telah dilakukan sosialisasi kepada warga di sekitar lokasi, agar menggunakan jalur alternatif lain.
Perlintasan sebidang
PT KAI
Divre IV Tanjung Karang
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
