Tim Sosialisasikan Protokol Kesehatan di Pasar Sekincau

Ari Gunawan

Ari Gunawan

Lampung Barat

3 Juni 2020 12:45 WIB
Daerah | Rilis ID
Jelang new normal, tim gabungan sosialisasikan protokol kesehatan kepada warga di Pasar Sekincau,  Lambar, Rabu (3/6/2020). Foto: Istimewa
Rilis ID
Jelang new normal, tim gabungan sosialisasikan protokol kesehatan kepada warga di Pasar Sekincau, Lambar, Rabu (3/6/2020). Foto: Istimewa

RILISID, Lampung Barat — Pemkab Lampung Barat (Lambar), melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Polisi Pamong Praja (Pol-PP), Camat dan Lurah setempat, gencar lakukan sosialisasi protokol kesehatan dalam persiapan penerapan new normal atau tatanan hidup baru, di Pasar Sekincau, Rabu (3/6/2020).

Kepala Pasar Sekincau, Angga Pribadi mengatakan, pihaknya bersama-sama dengan pihak terkait hari ini lakukan sosialisasi persiapan penerapan new normal, sehingga pedagang dan pengunjung pasar mengetahui dan mentaati protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Hari ini kita lakukan sosialisasi, kita menyerukan kepada pengunjung pasar baik pedagang maupun pembeli untuk mentaati protokol kesehatan yang telah ditentukan, seperti memakai masker, cuci tangan terlebih dahulu saat hendak masuk kawasan pasar, dan menjaga jarak daripada pembeli dan sesama pedagang,” ungkap Angga.

Lalu, Angga juga mengatakan, tindakan tegas harus dilakukan jika pedagang dan pembeli tidak mentaati aturan yang ada, demi mencegah penyebaran Coronavirus Deases 2019 (Covid-19).

“Kita akan tindak secara tegas, untuk pedagang yang tidak patuh aturan akan mendapatkan sanksi berupa larangan berjualan, dan untuk pembeli yang datang tanpa memakai masker, akan dilarang untuk masuk kawasan pasar,” jelasnya.

Angga berharap, masyarakat sekincau dan sekitarnya dapat menjalankan protokol kesehatan secara tertib menjelang new normal, bahkan setelah new normal diberlakukan.

“Karena kita tidak dapat mengetahui mana yang bisa menularkan atau tidak, dan juga kita tidak dapat mengetahui yang mana pendatang luar daerah yang kemungkinan besar tertular saat diperjalanan dan berpotensi menularkan saat berjualan,” tutup dia. (*)

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya