Tegas namun Humanis! Inilah Strategi Dendi agar Pesawaran ke Luar dari Zona Merah
Dwi Des Saputra
Pesawaran
Dendi membagi tiga golongan masyarakat terkait pengetahuan dan tingkat kesadaran Covid-19.
Pertama, golongan awam yang tersebar di daerah terpencil di Pesawaran. Golongan ini biasanya sudah berumur dan tinggal di daerah terpencil, serta tidak lebih dari 15 persen.
“Golongan ini tidak tahu gejala Covid-19. Begitu juga dengan bahaya dan cara penanganannya,” kata Dendi.
Kedua, golongan tahu tetapi tidak mau tahu atau bisa disebut acuh (cuek). Golongan ini diprediksi mencapai 55 persen dan paling banyak ada di Pesawaran.
“Mereka tahu dan paham Covid-19, tahu bagaimana penanganannya, tetapi cuek merasa pasif terhadap Covid 19, mereka menganggap diri mereka tidak ada penyakit penyerta (komorbid), tahu prokes tetapi tidak memperhatikan prokes,” sindir dia.
Ketiga, golongan yang tahu dan perhatian terhadap Covid-19. Golongan ini sekitar 35 persen. Mereka ini biasanya berasal dari golongan yang mengerti dan mau menerapkan prokes serta disiplin menerapkannya.
Dendi mengatakan, penerapan PPKM Mikro saat ini di Pesawaran masih kurang efektif. Hal ini ia simpulkan setelah melakukan sidak ke beberapa lokasi di Pesawaran, Kamis (16/7/2021) malam.
"Saya berkeliling dan masih menemukan aktivitas berkerumun di beberapa rumah, kemudian ada waralaba yang masih buka padahal sudah melewati jam operasional," ungkap Dendi.
Adanya temuan tersebut, Dendi akan melakukan tindakan tegas agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan. Tetapi, dilakukan dengan cara-cara yang humanis.
"Saya selalu meminta maaf ketika menerapkan kebijakan ekstrem di Pesawaran, tetapi kalau ini yang terbaik buat keselamatan dan kesehatan masyarakat terpaksa kita sampaikan," ucap Dendi.
Bupati Menyapa
Diskusi Online
Bupati Pesawaran
Dendi Ramadhona
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
