Tak Kuat Menahan Rindu pada Anak-Istri, Warga Ulubelu Gantung Diri
Adi Yulyandi
Tanggamus
"Kadang Badrun memang menginap di rumah adiknya yang lain, maupun tetangga. Sehingga Dahiri tidak curiga saat dia tidak ada di kamar," jelas Ramon mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.
Namun hingga pukul 07.00 WIB, Badrun tak kunjung kembali ke rumah. Dahiri lalu mencarinya.
Pukul 09.00, adik Badrun lainnya, Hardiono (36) melihat pintu bekas warung milik Dahiri terbuka.
Merasa curiga, Hardiono bergegas memeriksa dan melihat Badrun sudah dalam posisi tergantung dengan seutas tali tambang merah dilapisi sarung cokelat di leher.
Ia seketika panik dan berteriak meminta pertolongan keluarga dan warga setempat.
Berdasar keterangan tim medis dari Puskesmas Ulubelu, mulut Badrun miring ke kiri karena terlilit kain sarung serta seluruh tubuhnya membiru dan kaku.
Hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Badrun. Diperkirakan, ia sudah meninggal selama 12 jam sebelum ditemukan.
Jenazah Badrun telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) pekon setempat. Keluarga menerima dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
