Setahun Kepemimpinan Arinal-Nunik, Ketua Komisi II: KPB Jangan Sekadar Konsep!
Anonymous
BANDARLAMPUNG
RILISID, BANDARLAMPUNG — Merosotnya nilai tukar petani (NTP) Provinsi Lampung sebesar 1,6 persen menuai sorotan dari Komisi II DPRD Lampung.
Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mendesak instansi terkait di Pemprov Lampung untuk memperhatikan hal tersebut. Terlebih, janji politik dari pasangan gubernur dan wakil gubernur Lampung Arinal-Nunik adalah menyejahterakan petani.
”Gubernur dan Wagub harus serius. Menyejahterakan petani kan janji mereka! Mana program Kartu Petani Berjaya? Jangan sekadar konsep saja,” ujarnya kepada Rilis Lampung melalui sambungan telepon, Kamis (11/6/2020) malam.
Saat ini, kata dia, yang terjadi di lapangan, hampir semua harga komoditas pertanian anjlok. Mulai dari gabah sampai cabai merah.
”Situasi pandemi jangan dijadikan alasan untuk tidak menyejahterakan petani! Pemprov Lampung harus memberi solusi!” tegasnya.
Politisi NasDem ini menilai, KPB yang digaungkan dan dijanjikan Arinal-Nunik dalam kampanyenya dinilai belum berhasil.
”Hingga saat ini, kami melihat KPB itu baru sebatas program, belum ada realisasi dan bukti bisa menyejahterakan petani,” sesalnya.
Karenannya, terus Wahrul, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan memanggil instansi terkait untuk diminta penjelasannya mengenai kondisi pertanian di Provinsi Lampung.
”Kami segera gelar hearing. Bagaimana kelanjutan dari KPB, dan apa solusi pemerintah dengan kondisi pertani yang harga komoditasnya merosot tajam ini,” pungkasnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
