Rawajitu Utara Gelap: DPRD Curhat ke Jakarta, PLN Belum Merespons
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Berlarut-larutnya persoalan pemasangan listrik di Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji, membuat dua anggota DPRD setempat membawa persoalan tersebut ke Jakarta.
Legislator Mesuji itu, Agus Munawar asal PKB dan Untung (PPP). Menurut mereka, carut-marutnya pemasangan listrik di wilayah Rawajitu merugikan ratusan warga calon pelanggaran PLN.
”Padahal kita tahu bahwa program Nawacita Presiden Joko Widodo, adalah listrik menyala di seluruh negeri ini,” katanya, Minggu (21/06/2020).
Ia mengatakan sebelum ke Jakarta untuk bertemu Ketua Umum DPP Aliansi Indonesia (AI) Letjen (Purn) Jhoni Lubis, dirinya sudah berkali-kali mediasi agar listrik di Rawajitu segera menyala.
Namun upaya tersebut tidak digubris oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) baik wilayah Mesuji maupun Provinsi Lampung.
”PLN, lepas tangan. Itu intinya. Padahal warga sangat kooperatif. Ingin sekali menikmati listrik. Bahkan sebagian besar sudah bayar uang pendaftaran, sampai jutaan. Tapi, lagi-lagi, dengan berbagai alasan PLN menolak memasang listrik di wilayah tersebut,” ujarnya.
Mirisnya, kata Agus Munawar, listrik di desa-desa lain yang jauh dari Gardu Induk (GI) Mesuji, sudah terpasang dan menyala.
”Yang menyakitkan warga, tiang listriknya melintas di desa yang tidak dipasang listrik oleh PLN ini. Benar-benar arogansi PLN ditunjukkan di depan warga yang tidak bisa apa-apa,” ujarnya.
Hal itulah yang mendorong dirinya dan satu anggota dewan lain yakni Untung yang juga Ketua DPD AI Lampung pergi ke Jakarta berkonsultasi ke DPP AI.
Untung yang ditemui di kantornya, DPD Aliansi Indonesia, Lampung, mengatakan ia prihatin atas kondisi yang terjadi di beberapa desa di Rawajitu Utara.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
