Puluhan Buku Puisi Esai se-Indonesia Kini Bisa Diunduh
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sebanyak 34 buku puisi esai yang mewakili masing-masing provinsi se-Indonesia bisa diakses, dibaca, bahkan diunduh oleh siapa pun di Facebook dengan akun Perpustakaan Puisi Esai.
Menurut penggagas gerakan nasional puisi esai, Denny JA, lebih dari 200 penyair, penulis, aktivis memotret batin isu sosial di 34 Provinsi dalam 34 buku melalui puisi esai.
Denny JA bahkan menyebarkan meme di media sosial dengan tagline "Dan Penyair Pun Membuat Sejarah".
"Ini bukan sekedar membuat buku puisi, tapi menjadi gerakan budaya dilihat dari banyak sisi," katanya dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (5/8/2018).
Dari sisi isi puisi, kata Denny, masyarakat akan memahami aneka isu sosial dan kearifan lokal di setiap provinsi.
Ia mencontohkan di Aceh, tergambar suasana batin dinamika individu yang pro NKRI dan pro Aceh Merdeka.
Di Papua, ada kisah seorang ayah yang membawa anaknya berobat pada klinik kesehatan terdekat, tapi harus berjalan kaki berhari-hari.
Sementara di Jogjakarta, dikisahkan sebuah konflik keluarga akibat kemungkinan pewaris tahta kerajaan seorang wanita dan di Jawa Tengah, tentang penduduk yang cemas karena tersingkir industri.
"Semua kisah adalah kisah nyata, dengan catatan kaki yang merujuk sumber informasi. Namun aneka kisah itu difiksikan agar lebih menyentuh. Dengan membaca 34 buku ini kita menyadari betapa kayanya kearifan lokal bumi nusantara," lanjutnya.
Menurut Denny, jika dulu masyarakat mengenal budaya Indonesia dari aneka buku ilmiah, maka akan bisa masuk ke batin Indonesia melalui puisi esai.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
