Puisi Esai Segera Masuk ke Sekolah

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

9 Juni 2018 14:32 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI. RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Kurikulum tahun 2013, mensyaratkan siswa memiliki empat keterampilan, yaitu Communication (berkomunikasi), Colloboration (berkolaborasi), Critical (kritis) dan Thinking Creativity (berfikir kreatif).

Dengan puisi esai, mampu mengasah ke empat keterampilan tersebut. 

Puisi esai, biasanya ditulis dalam bahasa yang mudah, mengkolaborasikan dunia realita dan fiksi, mengeksplorasi pikiran kritis karena dimulai dengan riset dan memenuhi kreativitas karena bertumpu pada kisah fiksi yang imajinatif.

Kini, para dosen dari lima pulau besar Indonesia sedang menyiapkan buku puisi esai untuk sekolah.

”Buku ini, dapat membuat siswa sekolah lebih mengenal puisi esai dan para guru menjadikan puisi esai sebagai salah satu medium untuk membentuk karakter siswa,” kata Rita Orbaningrum, guru dari Bangka Belitung, ketika menyampaikan pandangannya dalam Pro Kontra Puisi Esai ke-5, di Yayasan Budaya Guntur, Jakarta, Sabtu (9/6/2018). 

Rita Orbaningrum ini juga penyair yang menulis puisi esai. 

Rita sendiri terlibat dalam penulisan buku puisi esai untuk sekolah. 

Sementara itu, pengamat sastra dari Nusa Tenggara Timur, Yohannes Sehandi, menambahkan, cukup mudah bagi guru untuk mengajarkan puisi esai kepada siswa termasuk yang tak menyukai puisi pada awalnya. 

“Guru dapat meminta siswa membaca dulu aneka catatan kaki puisi esai. Itu umumnya soal fakta dan kenyataan sosial. Setelah itu mulai membaca puisinya,” katanya. 

Anto Narosama, penyair dari Sumatra Selatan mendukung masuknya puisi esai ke sekolah.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya