Program Pangan Mandiri Jadikan Lambar Punya Ketahanan Pangan

Default Avatar

Anonymous

Lampung Barat

4 Juni 2020 18:18 WIB
Daerah | Rilis ID
Parosil Mabsus saat menjadi narasumber webinar membahas kemandirian pangan daerah pasca pandemi covid-19, melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (4/6/2020). Foto: Rilis Lampung/Ari Gunawan
Rilis ID
Parosil Mabsus saat menjadi narasumber webinar membahas kemandirian pangan daerah pasca pandemi covid-19, melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (4/6/2020). Foto: Rilis Lampung/Ari Gunawan

RILISID, Lampung Barat — Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus menjadi narasumber (narsum) dalam Web Seminar (Webinar) dengan tema Membangun kemandirian Pangan Daerah Dalam Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Pasca pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) .

Webinar digelar Pascasarjana Agribisnis Unila juga menghadirkan narsum Direktur Pascasarjana Unila Wan Abbas Zakaria, Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Senior Economies INCEF Bustanul Arifin, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Abdul Hamid yang dimoderatori Teguh Endaryanto, selaku Ketua Jurusan Agribisnis Fak Pertanian Unila, melalui Aplikasi Zoom Meeting, Kamis (4/6/2020). 

Bupati melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lambar Padang Prio Utomo menyampaikan, kegiatan itu dilakukan mengingat Lambar merupakan kabupaten agraris yang masuk kategori aman dalam stok pangan.

"Dapat dilihat dari Program Pangan Mandiri dalam menghadapi dampak Covid-19, Lambar mempunyai ketahanan pangan jangka panjang," ungkap Padang. 

Mengusahakan kebun kolektif warga di lahan milik pemerintah, dengan berbagai alternatif komoditas tanaman, seperti tanaman sumber karbohidrat, tanaman sumber vitamin dan mineral, tanaman obat dan sumber protein.

"Dalam pelaksanaan program mandiri ini dilakukan pembagian bibit hortikultura oleh pemerintah daerah melalui tim penggerak PKK Lampung Barat dan elemen lainnya dalam pembagian bibit pisang dan peternakan oleh dinas terkait," jelas Padang.

Selanjutnya, kata Padang, dengan segala potensi yang ada maka diharapkan terciptanya ketahanan pangan rumah tangga dan tersedianya keragaman pangan alternatif rakyat berbasiskan pangan lokal, serta terciptanya lumbung pangan rakyat di semua tingkatan mulai dari Pemangku Pekon hingga Kecamatan dan Kabupaten.

"Dalam Variabel Program Pangan Mandiri itu sendiri, terdiri dari pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan kosong sebagai kebun pangan mandiri, melaksanakan urban farming untuk lahan sempit dengan media tanam polybag, pot dan barang bekas," ujarnya. (*)

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya