Pesta Pernikahan Jadi Klaster Baru Covid-19 di Tubaba
Joni Efriadi
Tulangbawang Barat
RILISID, Tulangbawang Barat — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) kembali mencatat jumlah pasien terkonfirmasi positif.
Berdasarkan laporan yang mereka terima, saat ini ada 22 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri.
”Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan swab pada Labkesda Provinsi Lampung tanggal 4 Januari 2020 yang dilaporkan kepada kami,” ungkap Eri Budi Santoso, juru bicara Satgas Covid-19 Tubaba, Selasa (5/1/2021).
Menurutnya, laporan yang mereka terima dari Dinas Kesehatan Tubaba tersebut menyebutkan ada klaster baru dalam penemuan kasus Covid-19 kali ini, yakni klaster resepsi atau pesta pernikahan.
”Dari 22 pasien yang dinyatakan positif, 18 di antaranya adalah berdasarkan hasil tracing pada acara pesta pernikahan dan mereka berada di tiyuh yang sama. Gejala yang muncul adalah hilang penciuman,” terangnya.
Menyikapi lonjakan drastis kasus Covid-19 tersebut, Satgas Covid-19 Tubaba langsung menggelar rapat untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan.
”Saat ini rapat satgas sedang berjalan. Salah satunya membahas perubahan zona Covid-19 untuk kabupaten kita ini. Selain itu, langkah apa yang akan segera dilakukan juga akan diputuskan dalam rapat tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 Tubaba, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah setempat tersebar di tiga kecamatan. Yakni 18 kasus di Tulangbawang Udik, 3 kasus di Gunungterang, dan 1 kasus di Tumijajar.
Di Tulangbawang Udik, 18 pasien terkonfirmasi positif merupakan warga Tiyuh Karta Raharja. Tiga pasien dari Gunungterang merupakan warga Tiyuh Gunungagung dan 1 kasus di Tumijajar warga Tiyuh Margo Dadi.
Dengan adanya penambahan kasus baru tersebut, tercatat hingga saat ini jumlah total terkonfirmasi positif ada sebanyak 83 orang. Dinyatakan sembuh atau selesai isolasi sebanyak 57 orang, sedang isolasi 22 orang, dan meninggal dunia 4 orang. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
