Pembantaian di Luar Rumput Hijau Bagian 4
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Adalah Haringga Sirla (23) yang kini menjadi korban kesekian kalinya. Dendam kusumat supporter tim Persija Jakarta dan Persib Bandung sudah lama dipelihara. Berujung drama pembunuhan.
Jakmania. Sebutan bagi mereka para pendukung Persija Jakarta. Terbentuk sejak 1997. Dan Viking, untuk supporter Persib Bandung. Sudah lebih dulu ada, pada 1993.
Padahal, para pemain sepak bola di lapangan lah yang berlaga. Bertanding menjadi juara. Tapi, di luar itu para supporter ikut-ikutan tak mau kalah. Bertempur sendiri. Ala-ala petarung jalanan.
Kepada rilis.id, sosiolog Universitas Nasional, Sigit Rochadi bilang bahwa menjadi suatu hal yang wajar kalau fanatisme itu muncul. Terlebih mereka yang mengidolakan sepak bola.
Fanatisme inilah yang memunculkan kultus-kultus. Kemudian, diwariskan kepada generasi di bawahnya terus menerus. Bahwa pendukung klub seberang adalah lawan. Bahkan musuh.
"Ini bukan cuma di Indonesia saja. Tapi di luar negeri juga," kata Sigit.
Mereka-mereka para supproter klub sudah merasa menyatu. Memiliki. Bila idolanya kalah, mereka anggap penghinaan. Dari sini muncul bentuk-bentuk perlawanan ke tim lawan. Sasarannya pendukung seberang.
Deklarasi perlawanan terlihat dari simbol-simbol yang dipakai. Misal, para Bobotoh atau Viking dengan atribut biru. Lalu The Jakmania dengan warna oranye. Sudah saling bertentangan.
Memang sulit mendamaikan Jakmania dan Bobotoh. Apalagi dengan rekam jejak buruk. Berita soal rekannya yang tewas. Dendam makin mendarah daging.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
