Patah Batang Padi, Petani di RJU Mesuji Terancam Gagal Panen

Juan Situmeang

Juan Situmeang

Mesuji

20 Mei 2020 22:22 WIB
Daerah | Rilis ID
 Anggota DPRD Mesuji, Agus Munawar berbincang dengan petani padi yang mengalami patah batang padi di Kecamatan Rawajitu Utara. Foto: Ist
Rilis ID
Anggota DPRD Mesuji, Agus Munawar berbincang dengan petani padi yang mengalami patah batang padi di Kecamatan Rawajitu Utara. Foto: Ist

“Masih ada penyakit seperti sundep, wereng dan blaz yang sering dialami petani padi,” terangnya.  

Sedangkan dari sisi ekonomi petani padi juga menghadapi persoalan yang lebih sulit lagi. Karena, tidak adanya jaminan harga gabah akan dijual dengan harga yang baik buat petani.

“Standar harga gabah kering panen  yang selalu fluktuatif. Tidak pasti. Malah cenderung anjlok saat panen raya adalah persoalan klasik lain yang dialami petani,” terangnya. 

Belum lagi modal yang diperoleh saat pengolahan padi selalu meminjam dana dari pengijon. Sehingga petani terikat harus menjual gabah dengan murah ke pemberi modal. “Semua ini harus diselesaikan oleh pemerintah. Disini pemerintah harus hadir,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian Mesuji, Pariman kepada wartawan mengaku sudah mengindentifikasi masalah di wilayah pertanian tersebut.  

“Untuk masalah roboh batang pada padi itu banyak penyebabnya. Bisa jadi karena angin kencang, atau karena kelebihan nitrogen,” ungkapnya.

Kondisi yang terjadi di wilayah Desa Sidang Kurnia Angung itu juga ditanggapi oleh dua camat yang menjadi setra padi yakni Camat Mesuji Timur, Tarbin dan Camat Rawajitu Utara, Samijo.

Menurut Tarbin, aktifnya PPL di lapangan menjadi penentu agar petani dapat memilih bibit padi yang baik dan cara pengelolaan lahan dengan benar.

“Kalau perlu Kelompencapir seperti dulu perlu dibuat lagi, sehingga petani dapat bimbingan langsung dari PPL,” ungkapnya dalam laman medsos nya terkait kondisi tersebut.

Begitu juga Camat RJU, Samijo, otimalisasi penyuluh  agar lebih dekat dengan petani di lapangan. “Itu kuncinya, supaya dekat dengan petani. Jadi petani bisa diarahkan, dalam pemilihan bibit, pengolahan lahan, sampai pasca panen,” ujarnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya