Patah Batang Padi, Petani di RJU Mesuji Terancam Gagal Panen
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Di tengah situasi pandemic Covid-19, musibah lain menimpa warga Desa Sidang Kurnia Agung Kecamatan Rawajitu Utara (RJU).
Padi di tempat itu mengalami patah batang dengan luasan lebih dari 10 hektar. Akibatnya, petani terancam gagal panen.
Belum lagi intensitas hujan yang cukup tinggi dalam dua pekan terakhir yang berpotensi banjir.
Kondisi ini membuat warga yang sebagian besar petani penggarap sawah di wilayah tersebut semakin khawatir.
Seno (56), petani Desa Sidang Kurnia Agung, meminta Pemkab Mesuji mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan petani padi yang terancam gagal panen.
“Kami berharap, pemkab turun tangan, menolong kami yang saat ini tertimpa musibah seperti ini, belum lagi saat ini menghadapi wabah Covid-19,“ harapnya, Rabu (20/5/2020).
Anggota DPRD Mesuji, Agus Munawar, yang turun langsung ke lokasi tersebut mengatakan jika persoalan seperti itu merupakan kejadian yang berulang hampir tiap tahunnya.
Oleh karena itu, ia mendesak Dinas Pertanian Mesuji proaktif membantu petani terkait bimbingan teknis melalui Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) yang ada.
“Ini persoalan yang terus terjadi. Kasihan petani kita. Tolong DInas Pertanian mencari formulasi agar tidak ada lagi hal seperti ini terjadi di Mesuji,” katanya.
Mengenai padi roboh batang, kata Agus, merupakan satu dari banyak persoalan yang dihadapi oleh petani di Mesuji terutama di wilayah yang menjadi sentra padi yakni Kecamatan Mesuji, Mesuji Timur dan Rawajitu Utara.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
