Panen Kopi di Tengah Pandemi
lampung@rilis.id
RILISID, — Pandemi yang terjadi saat ini tak boleh menyurukan petani dalam beraktivitas. Karenanya, instansi terkait harus bisa terus menstimulan mereka untuk kebutuhan pangan masyarakat. Termasuk juga bagi tanaman perkebunan. Seperti kopi contohnya.
Itulah salah satu yang mendasari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung Barat (Lambar) menggelar acara bertajuk Bincang Kopi dengan tema Panen Raya di Tengan Pandemi. Kegiatan itu dilaksanakan pada Selasa (9/6/2020) di Kampung Kopi Rigisjaya, Airhitam, Lambar bersama dengan 21 Petani Milenial.
Kegiatan itu juga dilakukan melalui zoom aplikasi dengan menghadirkan pemateri Kadis Perkebunan Lampung Ediyanto; Kadisbunnak Lambar Agustanto Basmar; Dosen Fakultas Ekonomi Unila Ayi Ahadiat; dan pengamat kopi Bank Indonesia Dr. Usep Saifudin. Acara itujuga dimoderatori Kabidperkebunan Disbunnak Lambar Sumarlin.
Diskusi yang dimulai pukul 10.00-12.00 WIB itu berjalan interaktif dan konstruktif demi kesejahteraan petani kopi di Lampung.
Ediyanto dalam diskusi itu mengatakan, Pemprov Lampung sangat mengapresiasi diskusi semacam ini demi tercapainya produksi 4 ton/ha yang telah ditargetkan Gubernur Lampung.
Sementara, Agustanto Basmar mengatakan, salah satu cara peningkatan produksi kopi adalah dengan optimalisasi penyuluhan yang inovatif, penyuluh diharapkan tidak hanya menyampaikan tentang teknik budidaya yang baik, jauh lebih dari itu, penyuluh harus bisa merubah prilaku petani agar produktif dan inovatif dengan pendekatan psiklogis.
Lalu UsepSaifudin mengatakan, ketersediaan pasar terhadap kopi robusta sangat potensial baik itu pasar dalam negeri maupun dalam negeri, dan tugas kita bersama adalah menghasilkan produk yang berdaya saing dan unggul.
Sedangkan Ayi ahadiat lebih melihat tentang peningkatan konsumsi kopi oleh masyarakat dunia dan khususnya di Indonesia. Lampung Barat sebagai salah satu produsen kopi robusta di Indonesia idealnya dapat menjawab peluang ini dengan peningkatan produksi dan juga peningkatan kualitas mutu kopi.
Berbagai saran dan masukan juga disampaikan oleh bebarapa petani kopi milenial dan penggiat UKM kopi di Lampung Barat, seperti ratu luwak, raja luwak dan mang encah.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
