PB HMI Sebut Hoaks Ancaman Nyata Demokrasi
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Kabid Infokom PB HMI), Fauzi Marasabessy, meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berita bohong atau hoaks.
Menurut Fauzi, hoaks sangat berbahaya terutama dalam alam demokrasi yang sangat mudah diterima masyarakat, sehingga mereka cepat dan mudah sekali mengambil kesimpulan terhadap sebuah isu, tanpa diklarifikasi terlebih dahulu.
“Penyebaran hoaks mudah sekali memengaruhi masyarakat. Apalagi saat ini (dalam konteks berdemokrasi) masyarakat bebas menyebarluaskan sebuah informasi tanpa mengecek terlebih dahulu kebenarannya. Ini yang bahaya,” ujar Fauzi melalui keterangan persnya di Jakarta, Senin (8/10/2018).
Fauzi menyebut, banyak pihak yang tidak bertanggung jawab seiring dengan terbukanya ruang untuk produksi dan penyebarluasan informasi saat ini.
Misalnya kasus penyebaran hoaks yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet yang dengan nterang-terangan menyebut dirinya telah membohongi publik melalui cerita rekayasa penganiayaan terhadap dirinya beberapa minggu lalu.
“Kita bisa melihat kasus baru-baru ini yang melibatkan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet sebagai pelaku penyebar hoaks. Kejadian ini serentak membuat kita sadar betapa hoaks sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat,” tegas Fauzi.
Ia menambahkan, hoaks lahir karena adanya momentum politik dan kerap bernuansa subjektif.
Tendensi politis dari hoaks ini sangat berbahaya dalam memecah belah masyarakat.
“Hoaks lahir karena ada momentum politik dan bersifat subjektif, sehingga sangat berbahaya untuk memecah masyarakat,” jelas Kabid Infokom ini.
Fauzi juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya, apalagi sampai terprovokasi oleh berita hoaks yang beredar masif akhir-akhir ini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
