Mimpi tentang Mesuji Ternyata Lahir di Rumah Makan Ini
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Rintik hujan masih masih tersisa di langit pada Kamis (26/11/2020) pagi. Tepatnya di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Simpangpematang, Mesuji.
Genangan air di cekung aspal tiba-tiba muncrat ke segala arah, akibat tergilas ban truk bermuatan berat yang semalaman suntuk merayap dari Bakauheni menuju Palembang.
Tiba-tiba lampu rem truk berwarna cokelat dengan bak bertutup terpal biru menyala, bersamaan lampu sein kanan tanda kendaraan bermuatan logistik itu akan berbelok.
Rupanya, si sopir tak mampu lagi menahan kantuk. Setengah sadar ia langsung berbelok dan parkir tepat di depan pintu masuk sebuah rumah makan. Terpampang plang besar dengan tulisan berwarna kuning terang, ”RM Singgalang Indah”.
Rumah makan (RM) yang memiliki tempat parkir cukup luas di sisi Jalintim Mesuji ini menjadi salah satu tempat istirahat favorit sopir truk yang biasa wara-wiri lintas Sumatera.
Selain karena keamanan juga menu masakan khas Padang dan harganya yang bersahabat alias tidak terlalu merogoh kocek terlalu dalam untuk tiap menunya.
Meski baru dilabur warna hijau toska, namun cat ini tidak bisa menutupi bahwa bangunan RM tersebut sudah berdiri selama dua dekade.
Tidak ada yang berubah saat masuk ke dalam RM tersebut, baik dari sususan kursi dan tempat menu makanan yang ditampilkan.
Di pojok kanan, dekat kasir yang menuju pintu ke luar masih ada meja panjang dengan enam kursi meski warna tripleknya sedikit buram.
Di meja itulah, 16 tahun lalu, pada tahun 2004 awal tercetus satu keinginan. Cita-cita. Mimpi tentang masa depan yang saat itu sebagian besar orang menyebutnya ’mimpi gila’. Yaitu Mesuji menjadi sebuah kabupaten.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
