Lagi Musim Kapal Tenggelam, Salah Siapa?
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — KABAR soal kapal tenggelam seperti tak kunjung usai. Baru-baru ini, KM Lestari Maju tenggelam di Selat Selayar, Sulawesi Selatan pada Selasa, 3 Juli kemarin. Korban tewas akibat kandasnya kapal tersebut sementara berjumlah 24 orang.
Berdasarkan data manifes, KM Lestari Maju mengangkut penumpang 139 orang. Tercatat, masih ada 41 orang masih dalam pencarian, sedangkan 71 penumpang berhasil selamat.
"Sejatinya berlayar dari Bira, Bulukumba menuju ke Pelabuhan Pamatata, Selayar," Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani.
Tapi, Kementerian Perhubungan mengklaim kalau KM Lestari Maju memang sengaja dikandaskan karena cuaca buruk. Jadi, kapal tak tenggelam dan bisa memudahkan proses evakuasi.
Apapun alasannya, jumlah 24 penumpang tewas dan 41 hilang bukanlah sekadar angka, tapi nyawa.
Kemudian, perahu cepat (speed boat) yang membawa 44 orang TKI ilegal, karam di 6,5 mil laut dari Tanjung Punggai, Pengerang, Johor Malaysia pada Minggu, 1 Juli lalu.
Dua orang diketahui meninggal dunia, 25 orang selamat dan, 17 lainnya dinyatakan hilang. Ketua Satgas Perlindungan WNI Konsulat Jenderal RI Johor Bahru Malaysia, Marsianda, membenarkan bahwa masih banyak yang belum diketahui statusnya.
"Diduga 17 masih hilang," kata dia kemarin
Pada 29 Juni, terjadi kecelakaan antar-speed boat di perairan Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Jumlah korbannya 24 orang, dengan rincian 14 penumpang selamat, 6 meninggal dunia dan empat lainnya dinyatakan hilang.
Tapi, peristiwa tersebut sebanding dengan tenggelamnya kapal di perairan Danau Toba. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 18 Juni lalu. KM Sinar Bangun diduga mengangkut muatan berlebih.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
