LKS Diduga DiperjualBelikan, Komisi IV DPRD Sidak Sekolah
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pringsewu Suryo Cahyono melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait masih maraknya penggunaan dan praktik jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS), Selasa (10/3/2020).
Kekecewaan terlihat di wajahnya saat berkunjung ke SD Negeri (SDN) 1 Pringsewu Barat. Dia mendapati ruang kerja kepala sekolah (kepsek) terkunci dan yang bersangkutan tidak ada di tempat.
Menurut beberapa guru di sekolah tersebut kepsek sedang mengikuti rapat kerja menghadapi ujian semester mendatang di SDN 1 Pringsewu Selatan.
Sidak kemudian dilanjutkan ke SDN 1 Podomoro. Di sekolah ini, Suryo langsung ditemui kepsek Sri Puryati.
Dalam keterangannya, Sri mengakui sekolah yang dipimpinnya dalam metode pembelajaran masih menggunakan LKS. Namun siswa tidak diwajibkan membeli LKS.
"Kalau jual-beli kami tidak. Pak Sugeng (supplier) menitipkan di warung, anak-anak beli di sana. Jadi, sekolah tidak pernah mewajibkan membeli LKS," ulas Sri.
Mengenai ketersediaan buku di sekolah, lanjut Sri, sudah mencukupi untuk proses belajar. Namun LKS dipergunakan untuk wawasan tambahan.
"Anak-anak tidak kreatif Pak. Kami sudah benggak-benggok (teriak-teriak), ’Itu loh perpustakaan sudah dibuka, pinjam buku pada petugas’. Setelah kami pinjami malah tidak dibawa pulang, hanya masuk laci. Atau kalau di bawa pulang saat dikembalikan dalam kondisi rusak," keluh Sri.
Usai sidak, Suryo mengatakan akan segera memanggil dinas terkait untuk dimintai keterangannya.
"Dari sampel ini saja mereka (pihak sekolah) dari bahasanya meminta untuk diundang. Ada kesepakatan dari dinas untuk menyampaikan ke guru-guru, secara eksplisit mereka mengakui ini semua terjadi di semua sekolah,” papar Suryo. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
