Klaim Pertumbuhan Ekonomi Raih Capaian Tertinggi, Komisi X: Tapi Jauh dari Janji Kampanye
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal Tahun 2018 sebesar 5,27 persen yang diklaim sebagai capaian tertinggi meleset dari target sebesar 5,4 persen.
Lebih jauh lagi, angka itu masih jauh dari janji kampanye Jokowi sebesar 7 persen.
“Untuk mencapai angka janji kampanye tersebut, sudah nyaris 4 tahun pemerintahan Jokowi berjalan, sehingga hampir pasti janji pertumbuhan sebesar 7 persen sulit untuk diwujudkan,” kata anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan, di Jakarta, Rabu (8/8/2018).
Heri melihat, banyak faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah berakhirnya booming komoditas yang menjadi mimpi buruk bagi perekonomian nasional.
Faktanya, saat fase booming komoditas, pertumbuhan ekonomi dari 2015 sampai 2016 menunjukkan performa yang jauh dari harapan.
Misalnya pada kuartal kuartal II Tahun 2015, pertumbuhan hanya sebesar 4,74 persen.
Kemudian, sejak kuartal I Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi bergeser ke angka 4,94 persen, meski kurang begitu memuaskan.
"Tahun 2016 itu adalah fase recovery pasca berakhirnya booming komoditas sampai akhirnya pada kuartal II Tahun 2018 naik ke angka 5,27 persen," katanya.
Pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2018 nampaknya lebih dipengaruhi belanja bantuan sosial (bansos).
Program ini yang juga yang sementara waktu turut mempengaruhi tingkat kemiskinan namun pada sisi lain berimbas pada pengurangan belanja modal pemerintah.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
