Jelang 2019, Pemerintah Ajak Semua Pihak Jaga Perdamaian
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga perdamaian menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, dan event-event internasional.
"Perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya, karena dalam waktu dekat kita akan akan menghadapi banyak 'event-event'. Ini membutuhkan kesatuan kita sebagai bangsa," kata Wiranto di Jakarta pada Selasa (10/7/2018).
Menjelang tahun politik, Wiranto mengingatkan agar memasuki hajatan Pileg dan Pilpres 2019 tidak lahir konflik di masyarakat Indonesia.
"Jujur kita katakan kita berdialog, objeknya masyarakat kita, politik mencari pemimpin masyarakat, salah pengelola akan menjadi konflik," ujarnya.
Sebelumnya, memang ramai sebutan "kecebong vs kampret". Istilah yang dipakai untuk para pendukung Jokowi dan Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2019 di ranah media sosial.
Salah satu ulama besar Indonesia, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), juga sempat menyoroti penggunaan istilah tersebut bagi para pendukung kedua calon tersebut.
"Jangan lagi pakai sebutan seperti itu," kata Aa Gym di Masjid Istiqlal Jakarta pada Minggu, 8 Juli lalu.
Aktivis GMKI, Jhon Fernandes Dollu Klaping, dalam tulisan opininya kepada rilis.id juga menyatakan, Kecebong dan Kampret adalah wajah peradaban baru pasca-reformasi.
Menurut dia, ciri umum kecebong dan kampret hanya satu yaitu klaim kebenaran. Masing-masing gerbong
gencar melakukan gerakan tertutup dan terbuka.
"Berbagai gerakan terbuka itu tampak dari kaos dan aksesoris seperti gelang dan cangkir," ujarnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
