Jadi Komoditi Ekspor, Rendang Harus Punya Standarisasi
Anonymous
Padang
RILISID, Padang — Kuliner khas Sumatera Barat, rendang, harus memiliki standarisasi yang jelas agar bisa diekspor dalam jumlah besar ke berbagai negara.
"Standarisasi itu dari segi rasa, daging yang digunakan hingga teknologi pengemasan agar tahan lama," kata kata Heri Nofiardi, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Barat, di Padang, Senin (9/7/2018).
Menurutnya, potensi kuliner rendang untuk menjadi komoditas ekspor sangat besar, karena telah dikenal sebagai salah satu makanan terenak di dunia versi situs berita CNN.
Heri mengatakan, variasi rasa rendang daging di Sumbar sangat banyak. Hampir semua nagari (desa) memiliki rasa rendang yang khas, belum lagi dihitung rendang yang menggunakan resep keluarga secara turun temurun.
Pada satu sisi, varian yang banyak itu merupakan sebuah kekayaan budaya yang patut disyukuri dan banggakan.
Wisatawan yang datang bisa disuguhi beragam varian hingga tidak menjadi bosan.
Namun pada sisi lain, terutama untuk bidang industri, hal itu bisa menjadi kendala karena tidak ada standar yang jelas untuk masing-masing varian rendang itu.
Padahal, lanjut Heri, untuk skala industri, hal itu sangat penting.
Rendang premium, medium dan biasa harus jelas standarnya hingga konsumen bisa memilih sesuai keinginan kan kebutuhan.
Selain itu usaha rendang masih dalam skala industri kecil (UMKM) atau rumahan sehingga sulit untuk melayani pesanan dan jumlah besar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
