JTTS di Lampung Ditarget Tuntas Akhir 2018

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

4 Agustus 2018 13:26 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILISID, Bandarlampung — Proyek nasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang melintasi Provinsi Lampung, ditargetkan tuntas pada akhir tahun 2018.

Berdasarkan data dihimpun rilislampung.id, segmen yang rampung dikerjakan untuk Juni-Juli 2018 Jalan Tol Bakauheni-Terbanggibesar segmen Bakauheni-Sidomulyo 30,5 km, Jalan Tol Bakauheni-Terbanggibesar segmen Lematang-Kotabaru 35,48 km, dan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggibesar paket 3 dan 4 (Kota Baru-Terbanggibesar) 60,8 km.

“Sedangkan hingga Agustus ini, Jalan Tol Terbanggibesar-Pematang Panggang 100 km, Insyaallah rampung dikerjakan,” jelas Plt. Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Lampung, Taufik Hidayat, Sabtu (4/8/2018).

Taufik mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan JTTS Terbanggibesar-Simpang Pematang dipastikan rampung akhir tahun ini. Sementara JTTS Bakauheni-Terbanggibesar sudah selesai pembangunannya tinggal finshing.

“Presiden Joko Widodo meminta JTTS di Provinsi Lampung Tahun 2019 sudah tersambung penuh dan bisa beroperasi secepatnya. Itu target beliau saat tim melakukan rapat di Jakarta waktu lalu," kata Taufik.

Terpisah Panitia Tim Pengawas JTTS Lampung, Zulfikar yang juga Kepala Biro Hukum Provinsi Lampung menambahkan bahwa ada satu titik pembangunan JTTS masih bermasalah di wilayah Gunungsugih Kabupaten Lampung Tengah. Sebab, masyarakat di sana tidak ingin lahan dan rumahnya digusur untuk pembangunan JTTS. 

Namun pihaknya rencananya dalam waktu dekat ini akan ke lokasi bersama petugas pembangunan JTTS dari pemerintah pusat untuk melakukan musyawarah dan memberikan arahan kepada masyarakat, agar mereka setuju lahan dan rumahnya digusur untuk pembangunan proyek nasional. 

"Iya pastinya ada uang ganti rugi dong. Setuju tidak setuju masyarakat harus setuju karena ini proyek nasional. Kalau untuk wilayahnya dusun atau desa apa kita belum paham," kata Zulfikar.

Sebelumnya, Pemprov Lampung melalui panitia pengawasan telah melakukan rapat di Jakarta terkait 10 perusahaan yang lahannya juga terkena JTTS.

Hasilnya, 1o perusahaan mendukung dan siap memberikan lahan mereka untuk pembangunan JTTS. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya