Hari Kesepuluh Pascagempa, BNPB: 460 Orang Meninggal

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

15 Agustus 2018 19:25 WIB
Daerah | Rilis ID
kondisi bangunan di Lombok, pascagempa yang mengguncang daerah tersebut. FOTO: Istimewa
Rilis ID
kondisi bangunan di Lombok, pascagempa yang mengguncang daerah tersebut. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 460 orang korban meninggal dan ratusan ribu penduduk masih mengungsi, termasuk kerusakan dan kerugian ekonomi yang terus bertambah hingga hari kesepuluh pascagempa 7,0 skala richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya pada 5 Agustus 2018.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB,  Sutopo Purwo Nugroho, hingga Rabu (15/8/2018) tercatat 460 orang meninggal dunia, yaitu di Kabupaten Lombok Utara 396 orang, Lombok Barat 39 orang, Lombok Timur 12 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Denpasar 2 orang.

Jumlah korban jiwa ini masih bisa bertambah mengingat Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Dompu Kecamatan Kayangan, Lombok Utara yang diduga ada 4 orang tertimbun longsor, evakuasi di Dusun Busur Timur Desa Rempek Kecamatan Gangga, Lombok Utara yang diduga masih ada satu orang tertimbun reruntuhan bangunan dan beberapa laporan dari masyarakat.

Sementara jumlah korban luka-luka tercatat 7.773 orang, di mana 959 orang luka berat dan rawat inap dan 6.774 orang luka ringan atau rawat jalan.

Sebanyak 417.529 orang mengungsi di ribuan titik pengungsian.

Dari 417.529 orang mengungsi tersebut, kata Sutopo, terdiri dari 187.889 laki-laki dan 229.640 perempuan, dengan sebaran pengungsi terdapat di Kabupaten Lombok Utara 178.122 orang (80.155 laki-laki, 97.967 perempuan), Lombok Barat  104.060 orang (46.827 laki-laki, 57.233 perempuan), Lombok Barat 116.453 orang (52.404 laki-laki,6 4.049 perempuan), dan Kota Mataram 18.894 orang (8.503 laki-laki, 10.391 perempuan).

"Saat ini pengungsi masih memerlukan bantuan mengingat belum semua distribusi bantuan lancar dan merata. Selain itu, diperkirakan mereka masih cukup lama akan berada di pengungsian sambil menunggu perbaikan rumah," katanya dalam keterangan pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Sedangkan pendataan sementara untuk kerusakan bangunan, kata Sutopo, hingga saat ini terdapat 71.962 unit rumah rusak di mana 32.016 rusak berat, 3.173 rusak sedang dan 36.773 rusak ringan.

Sementara kerusakan fisik lainnya yaitu terdapat 671 unit fasilitas pendidikan rusak di mana 124 PAUD, 341 SD, 95 SMP, 55 SMA, 50 SMK, dan 6 SLB.

Juga terdapat kerusakan 52 unit fasilitas kesehatan yaitu 1 rumah sakit, 11 puskesmas, 35 pustu, 4 polindes, 1 gedung farmasi.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya