Dominasi Gagasan Islam Konservatif dalam 'Online'

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

8 Oktober 2018 14:15 WIB
Daerah | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Hoaks atau berita bohong itu seperti virus, cepat sekali menyebar dan setiap orang punya kekebalan informasi sendiri. 

Sebagian orang punya tingkat kekebalan pikiran lebih lemah dari orang lain dalam menyerap informasi di internet, sehingga lebih mudah terinfeksi virus hoaks, sekalipun yang berisi informasi tidak logis.

Dalam era post-truth di mana keyakinan dan perasaan pribadi lebih berpengaruh dibanding data dan fakta, kekebalan sistem pikiran menyaring informasi semakin rentan.

Kondisi itu telah dimanfaatkan dengan baik oleh media-media Islam konservatif untuk menyebarkan hoaks, falasi dan ujaran kebencian.

Direktur Daring Nahdhatul Ulama, Savic Ali, membagi media-media Islam konservatif ke dalam tiga katagori yaitu media yang intoleran, media yang cenderung setuju pada kekerasan, media yang mempromosikan kekerasan dan terorisme. 

"Ketiga jenis media ini mendominasi dunia media online Indonesia," katanya ketika menjadi pembicara di Pelatihan 1.000 Juru Bicara Pancasila di Banda Aceh, Senin (8/10/2018). 

Savic Ali mengingatkan, dalam menyaring berita yang didapatkan di media sosial, masyarakat harus mendudukkan diri sebagai orang yang netral, jangan percaya begitu saja dan tidak menyimpulkan tanpa mengecek kebenaran berita tersebut. 

“Kita tidak bisa percaya dengan informasi dari orang lain begitu saja. Sebab, kita belum mengetahui kejadian yang sebenarnya,” tegasnya. 

Terdapat buku rujukan yang dibagikan kepada peserta pelatihan Juru Bicara Pancasila, yakni buku berjudul "Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia" yang ditulis oleh Denny JA dan tim.

Savic menambahkan, keterlibatan kaum muda lintas agama, ras dan etnis bisa menjembatani sekaligus mempertemukan anak-anak muda sebagai generasi milenial yang akrab dengan media sosial. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya