Dipaksa Menikah, Naam Alami Gangguan Jiwa dan Harus Dipasung
Budi Prasetyo
Bangkalan
Zainul mengatakan, dari hasil pendataan, kebanyakan gangguan jiwa di Bangkalan terjadi karena faktor asmara dan ekonomi.
"Ya, ada dua faktor. Yakni asmara dan ekonomi. Kalau asmara itu karena mau nikah nggak bisa dan mungkin juga rumah tangganya bermasalah sampai seperti ini. Atau karena tuntutan kebutuhan hidup, sedangkan penghasilannya nggak cukup," katanya.
Menurut dia, penanganan gangguan jiwa yang agresif membutuhkan waktu yang agak lama karena harus ditangani intensif.
"Kalau yang tidak agresif mungkin akan diinjeksi dan dirawat antara 1 sampai 2 minggu. Kalau yang agresif bisa sampai 3 atau empat minggu," tambahnya.
Zainul berharap agar Pemprov Jatim ikut turun tangan memberikan bantuan.
"Kita sudah komunikasi, dan berharap secepatnya agar diberikan bantuan. Karena kita tidak punya sarana dan prasarana memadai. Seperti armada untuk ke lapangan kita juga membutuhkan," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
