Dipaksa Menikah, Naam Alami Gangguan Jiwa dan Harus Dipasung

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Bangkalan

26 September 2018 22:20 WIB
Daerah | Rilis ID
Kondisi Naam yang dipasung keluarganya. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo
Rilis ID
Kondisi Naam yang dipasung keluarganya. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

"Waktu itu mau dinikahkan di Malaysia. Keluarga dan semua temannya telah berkumpul dan jam enam, dia pingsan," cerita Sanimah terkait kondisi anaknya.

Naam yang menolak, tetap dinikahkan oleh pihak keluarganya. 

"Saya bilang sama adiknya, dia (Naam) nggak mau dikawinkan. Namun, terpaksa dikawinkan soalnya yang mau sudah komplit, jadi terpaksa dikawinkan," katanya. 

Karena merasa tertekan, Naam pun menunjukkan gejala yang aneh saat malam hari. 

"Tiba-Tiba pada jam 12 malam keluar kamar dan akhirnya silat-silat sendiri dan memanggil gurunya," katanya. 

Setelah sakit, Naam pun dibawa pulang dari Malaysia dan diobati di kampung halamannya. 

Sanimah berharap agar anaknya itu bisa sembuh dan bekerja seperti sediakala. 

Koordinator Kesehatan Jiwa Dinas Sosial, Kabupaten Bangkalan, Zainul Aziz mengatakan, ada 900 warga Bangkalan yang menderita gangguan jiwa berat maupun ringan.  

Dari jumlah itu, sebanyak 130 penderita dipasung karena mengalami gangguan jiwa berat. 

"Kalau total ada 900 yang mengalami gangguan jiwa. Yang dipasung ada 130 penderita dan kemungkinan terus bertambah," katanya.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya