Dipaksa Menikah, Naam Alami Gangguan Jiwa dan Harus Dipasung

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Bangkalan

26 September 2018 22:20 WIB
Daerah | Rilis ID
Kondisi Naam yang dipasung keluarganya. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo
Rilis ID
Kondisi Naam yang dipasung keluarganya. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILISID, Bangkalan — Adalah Mohammad Naam (32), pria asal Desa Bancaran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan ini terus memegangi kepala dengan dua tangannya. 

Pria yang pernah bekerja di Malaysia itu, terlihat duduk tak berdaya di atas lantai beralaskan plastik hitam. 

Naam tidak bebas bergerak karena kakinya dipasung selama lima tahun oleh keluarganya.

"Tidak pernah dilepas. Paling paling kalau yang kiri sakit dipindah ke kanan," kata Sanimah, ibunda Naam, ditemui di Bangkalan, Rabu (26/9/2018).

Sanimah mengatakan, karena dipasung permanen, Naam memang tidak bisa beraktifitas. 

Naam bahkan ditempatkan di gubuk kecil yang ada di samping rumah. 

Terkadang, jika hujan deras, Sanimah hanya bisa meratap memandangi anaknya itu dari kejauhan. 

"Paling kalau lapar panggil saya ibu, ibu gitu," katanya.

Sanimah mengaku, sakit yang diidap Naam itu terjadi sekitar lima tahun lalu ketika masih bekerja di Malaysia. 

Waktu itu, Adik dan kerabat menjodohkan Naam dengan wanita asal Sampang. 

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya