Dihantam Badai Pandemi, APBD-P Pesawaran Defisit Rp9,4 Miliar
Darmansyah Kiki
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid)-19, menyebabkan turunnya APBD Perubahan (APBD-P) Pesawaran 2021.
APBD-P berada di angka Rp1,283 triliun atau turun Rp41,363 miliar (3,12 persen) dibanding APBD murni 2021.
Penurunan ini disebabkan anjloknya pendapatan Kabupaten Pesawaran, yakni Rp1,274 triliun atau turun Rp10,18 miliar lebih (0,79 persen) dibanding APBD 2021.
Pendapatan sebagian bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rp20,243 miliar dan Dana Alokasi khusus (DAK) Rp1,02 miliar.
Sementara, alokasi belanja operasional setelah perubahan Rp899,07 miliar atau turun Rp24,032 miliar.
Sedangkan, belanja modal setelah perubahan Rp156,245 miliar atau turun Rp1,689 miliar dibanding sebelum perubahan.
Di sisi lain, belanja tidak terduga Rp3,744 miliar atau turun Rp1,25 miliar lebih dibanding sebelum perubahan.
Untuk belanja transfer direncanakan Rp224,845 miliar atau turun Rp14,385 miliar lebih dibanding APBD murni 2021.
"Dengan demikian, APBD-P Pesawaran 2021 mengalami defisit Rp9,448 miliar," ujar Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Selasa (10/8/2021).
Hal ini ia sampaikan dalam penyusunan perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
