Di Pemilu 2019, Jokowi Minta Publik Lihat Rekam Jejak Calon
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Persiapan atas perhelatan Pemilu Serentak 2019 sudah dimulai. Pesta demokrasi lima tahunan ini nantinya akan menghasilkan figur-figur yang ke depannya akan menjadi calon wakil rakyat serta pimpinan negara.
Untuk itu, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), mengimbau masyarakat agar cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Baik pemilihan legislatif, maupun untuk pemilihan Presiden.
"Tahun depan adalah tahun politik, kita harus mengajak masyarakat masuk tahun politik untuk pandai memilih pemimpin," kata Jokowi pada Selasa, 10 Juli malam.
Ia juga berpesan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks, khususnya di media sosial. Semua pihak diminta bisa memberikan informasi yang benar, dan sesuai fakta.
"Ini harus kita jaga," pinta Presiden.
Imbauan ini disampaikan Presiden dalam sambutannya saat acara Halalbihalal dan Silaturahim dengan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor Jawa Barat.
Sementara, terkait tahun politik 2019, Presiden mengingatkan agar dalam memilih pemimpin hendaknya masyarakat melihat rekam jejak, kinerja, dan prestasinya.
"Jangan sampai mudah masyarakat dihasut, jangan diberi kabar tidak betul, fakta tidak betul," ujarnya.
Meskipun saat ini masyarakat memiliki kebebasan berekspresi dan berpendapat, Presiden mengingatkan, bahwa kebebasan tersebut ada batasnya, tata krama, sopan santun, dan etikanya.
"Jangan sampai diberi kebebasan gampang mudah mencela, gampang mencemooh orang lain, itu bukan nilai Islami yang diajari Rasulullah," ucap Presiden.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
