Di Jatim Banyak Pemotongan Sapi Betina Produktif
Budi Prasetyo
Surabaya
RILISID, Surabaya — Anggota Komisi B DPRD Jatim, Suhartono, mengatakan pihaknya menyayangkan masih banyak sapi betina produktif yang dipotong.
Padahal, Provinsi Jawa Timur sudah memiliki Perda No. 6 Tahun 2012 tentang Pembatasan atau Pelarangan Pemotongan Sapi Betina Produktif.
"Sapi betina produktif batasannya punya anak 5-6 kali, tidak pernah dikontrol. Padahal kalau sapi lokal bisa punya anak hingga 11-12 kali," kata Suhartono, di Surabaya kemarin.
Suhartono menduga masih adanya pemotongan sapi betina karena ada penyembelihan secara sembunyi-sembunyi.
Bahkan, terkadang terjadi kucing-kucingan antara pemotong, penjual daging di pasaran dengan pihak keamanan.
"Disinyalir ada penyembelihan di luar RPH (Rumah Pemotongan Hewan), karena harganya lebih murah. Masyarakat tidak melihat betina atau jantan, yang penting murah," ungkapnya.
Suhartono menegaskan, memang sangat dilema untuk persoalan sapi betina. Sapi betina produktif harus dijaga stoknya.
Di sisi lain masyarakat terkadang butuh uang, sehingga tak peduli jantang atau betina dijual.
Begitu juga halnya pembeli tidak melihat jantan atau betina, karena butuh daging. Apalagi harga sapi betina lebih murah, dan penjualnya tidak tau aturan.
Politisi asal PKS itu menyebut bahwa stok sapi di Jatim tahun 2016 mencapai 4 juta ekor.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
