Dana Covid-19 Lamsel Baru Terserap 29 Persen
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Dana penanganan Corona Virus Disease (Covid)-19 di Kabupaten Lampung Selatan cukup besar, Rp67,235 miliar. Namun baru sebagian kecil yang digunakan, yakni Rp19,7 miliar atau 29,3 persen.
Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan (Lamsel) karenanya turun ke desa untuk mengetahui sejauh mana bantuan tersebut sampai ke masyarakat.
Anggota Komisi II, Bowo Edi Anggoro, sangat menyayangkan dana sebesar itu baru digunakan untuk membeli alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis.
”Kita sudah siapkan anggarannya dan kenapa sampai sekarang masih kecil yang terserap? Makanya kita turun ke desa untuk melihat sejauh mana bantuan tersebut tersalurkan,” kata politisi PKS ini, Minggu (21/6/2020).
Anggota Komisi II dari Fraksi Golkar, Made Sukintre, mengatakan hal sama. Menghadapi tahap new normal, harusnya anggaran yang telah disiapkan dapat terserap dengan baik.
Namun dari pantauannya, anggaran baru digunakan untuk membeli APD bagi petugas medis. Termasuk, membeli masker yang dibagikan ke tiap kecamatan.
”Ini sudah new normal, harusnya bantuan seperti sembako atau yang lainnya sudah dibagikan ke masyarakat,” sesal Made Sukintre.
Berbeda dengan Malik Ibrahim dari Partai Gerindra. Ia sangat marah karena belum ada bantuan yang diberikan ke masyarakat selain masker.
”Anggaran sudah ada, mau tunggu apalagi? Kita sudah siapkan dan tinggal terapkan saja di lapangan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Intji, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Sefri Masdian, membenarkan baru Rp13,88 miliar lebih anggaran Covid-19 yang terserap.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
