Dampak Pandemi, UMKM di Mesuji Butuh Bantuan Pemerintah
Juan Situmeang
Mesuji
Di bagian itu para pekerja yang kadang lebih dari 10 orang diberikan upah Rp3000 per kg. Dia menjamin produknya higienis.
”Karena itu, saya buat penjemuran dari anyaman bambu satu meter dari tanah. Supaya bersih. Karena kita tidak mau konsumen atau pelanggan kecewa dengan produk kami,” terangnya.
Selain itu, dari pengakuan Rio, masih ada beberapa temannya yang juga membuka usaha rumahan tetapi bergerak di bahan untuk membuat tempe. Kemudian jamur dan juga keripik.
”Ya, sama seperti saya, belum ada sentuhan dari pemerintah. Kalau saya yang modal nekat ini, biaya-biaya izin seperti BPOM itu belum ada duitnya,” tutupnya.
Dihubungi terpisah, Kabid Perekonomian Disperindag Mesuji, Endra, mengatakan pihaknya sudah menerima proposal dari UMKM tersebut.
Namun dia kesulitan bergerak karena keterbatasan dana. Namun untuk izin ia berjanji membantu. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
