Dampak Pandemi, UMKM di Mesuji Butuh Bantuan Pemerintah
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Mesuji butuh perhatian dari pemerintah. Apalagi, pergerakan roda ekonomi saat ini melambat akibat pandemi Covid-19.
Pemilik industri rumahan berupa bahan makanan dari ubi kayu (singkong), Rio Dayu Saptaji (24), menyatakan butuh dana segar untuk produksi.
”Saya sudah ajukan proposal ke Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Mesuji. Tapi belum direspons,” ujar warga Desa Budiaji, Simpangpematang, ini, Minggu (1/11/2020).
Selain modal usaha, ia juga dalam proposalnya meminta dibantu mengurus izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan registerasi di BPOM.
Hal ini disebabkan lulusan Universitas Muhammadiyah Metro, itu ingin produk tiwulnya dipasarkan di pasar modern.
Ide tersebut ia dapatkan dari teman-temannya di luar Mesuji. P-IRT dan terdaftar di BPOM menjadi salah satu syarat agar produknya menembus pasar modern.
Dalam memproduksi tiwul, Rio mampu menyerap banyak tenaga kerja. Sejak proses produksi dengan bahan baku 1 ton singkong hingga siap edar.
”Minimal tetangga-tetangga di sini Bang. Saya beli singkong dari tetangga-tetangga yang bawa obrok. Mereka keliling mencari singkong sisa hasil panen, atau yang jatuh di jalan istilah sini ’leles’. Dari mereka saya dapat bahan baku,” paparnya.
Kemudian ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya di rumah, kata Rio, diberdayakan mengupas singkong.
”Dalam satu kuintal saya upah Rp30 ribu. Nah, yang paling banyak ya bagian memutar tiwul dalam tampi atau istilahnya nguyeng. Karena paling lama dan menguras tenaga,” ujarnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
