DPR Minta Pemerintah juga Perhatikan DBD, Mufida: Jangan Terlena Corona!
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah juga perhatikan penanganan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, wabah penyakit ini telah menyebabkan orang meninggal dunia.
Mufida menyoroti hal tersebut lantaran perlakuan pemerintah terhadap wabah ini berbeda dengan penanganan virus corona.
“Jangan terlena dengan covid-19 (virus corona), karena DBD ini juga sudah KLB (kejadian luar biasa) kondisinya,” ujar Mufida kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (10/3/2020).
Lebih lanjut, politisi PKS ini mengungkapkan, berdasarkan data yang ada korban meninggal karena DBD sudah mencapai 80 orang lebih dengan jumlah pasien sebanyak 14 ribu lebih.
Penyakit DBD pun telah melanda masyarakat yang tinggal di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Lampung.
“Ini lebih banyak dari pasien covid-19 dan juga korban dari covid 19,” tegas dia.
Karenanya, Mufida menyarankan pemerintah agar berbagi tugas dalam melakukan pemantauan penanganan DBD dan virus corona.
“Kami berbagi tugas, siapa supervisi covid-19, siapa supervisi DBD dan kami minta pemerintah benar-benar harus serius memperhatikan kesehatan masyarakat dari segi macam jenis virus,” kata Mufida.
Mufida mengingatkan bahwa virus dengue ini akan lebih tinggi bahayanya dibandingkan dengan Covid-19.
"Tapi tidak boleh juga ngegampangin (fenomena) Covid-19. Jadi perlu dibikin satu kesatuan kerja,” pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
