Bupati Mesuji Tanam Padi Perdana Musim Gadu di Pangkal Mas

Juan Situmeang

Juan Situmeang

Mesuji

19 Juni 2020 20:28 WIB
Daerah | Rilis ID
Bupati Mesuji, Saply TH, dan rombongan tanam padi perdana musim gadu di Mesuji Timur. Foto: Istimewa
Rilis ID
Bupati Mesuji, Saply TH, dan rombongan tanam padi perdana musim gadu di Mesuji Timur. Foto: Istimewa

RILISID, Mesuji — Bupati Mesuji Saply TH, bersama Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Muhammad Takdir Mulyadi menanam padi perdana musim tanam gadu, di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Jumat (19/6/2020).

Selain itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Syamsudin, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Pariman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mesuji Huminsa Lubis, dan Camat Mesuji Timur Tarbin Putra.

Bupati mengatakan penanaman perdana ini menggunakan padi varietas inpara pada lahan seluas dua hektare, sebagai pertanda masuk musim tanam gadu 2020 dan dilaksanakan secara serentak.

Lanjutnya, penanaman musim gadu ini sebagai langkah Pemkab Mesuji untuk memperkuat ketahanan pangan. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 ini, penyediaan stok pangan menjadi prioritas pemerintah.

"Ini menjadi salah satu upaya mewujudkan ketahan­an pangan dan kedaulatan pangan karena Mesuji merupakan lumbung beras di Provinsi Lampung serta menjadi penopang bagi daerah lainnya," kata Saply.

Di Desa Pangkal Mas sendiri terdapat lahan sawah seluas 496 hektare. Sementara, untuk total luas lahan sawah di Kabupaten Mesuji seluas 31.687,23 hektare.

Pihaknya optimistis tar­get produksi dalam satu tahun sebesar 363.714 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau enam ton per hektare dapat tercapai pada tahun ini.

“Kita belum tahu sampai kapan pandemi ini berakhir. Jika berkepanjangan dikhawatirkan akan menimbulkan krisis pangan secara global, maka dari itu kita harus persiapkan dari sekarang,” pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya