Berbulan-bulan Terpuruk karena Pandemi, Penjualan Keripik Pisang di Lamsel Berangsur Naik
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah memberikan dampak terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Hal ini dialami Rudiyanto (35), pelaku UMKM pembuatan aneka macam keripik di Desa Sidoreno, Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan (Lamsel), Lampung.
Sejak awal pandemi di Indonesia, Rudiyanto mengaku produksi keripik pisang buatannya mengalami penurunan drastis.
Sebelum pandemi, usaha yang ia rintis sejak tahun 2016 meningkat pesat dari hari ke hari. Bahkan produknya masuk pasar di beberapa kota besar, seperti Bandarlampung, Banten dan DKI Jakarta.
"Saat awal adanya pandemi Covid-19 kemarin, penjualan keripik pisang dan jagung menurun drastis hingga 60 persen," kata Rudi, sapaan akrab Rudiyanto saat ditemui Rilislampung di kediamannya, Senin (2/11/2020).
Seiring berjalannya waktu, usahanya berangsur membaik sejak dua bulan terakhir. Penjualan keripik milik Rudi mulai ada peningkatan.
"Tetapi sejak dua bulan terakhir, penjualan berangsur mulai kembali membaik di seputaran Lampung Selatan,” ujar Rudi.
Menurut Rudi, produknya belum bisa masuk pasar Bandarlampung dan sejumlah kota besar di Indonesia karena masih terkendala beberapa reseller yang belum membaik.
Biasanya per hari, ia bisa menghabiskan satu kuintal keripik pisang dan jagung. Kini, hanya bisa menjual 40 kilogram saja.
Meski belum meningkat pesat, Rudi masih bisa mempekerjakan tetangganya sebagai tambahan penghasilan setiap harinya, sehingga semua bisa bertahan di masa yang sulit akibat pandemi Covid-19.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
