Bangkitkan Kejayaan Rempah Nusantara, FAN-IPB Usung Pembentukan Kementerian Perkebunan

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

2 Juni 2018 19:07 WIB
Nasional | Rilis ID
diskusi kebangsaan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema “Mereka Datang dari Bogor untuk Indonesia” di Bogor. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik
Rilis ID
diskusi kebangsaan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema “Mereka Datang dari Bogor untuk Indonesia” di Bogor. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILISID, Jakarta — Mencuatnya wacana pembentukan Kementerian Perkebunan (KemenKeb) di Indonesia perlu dicermati secara obyektif kritis.

Pengarah Forum Alumni Independen IPB (FAN-IPB), Muhamad Karim, mengatakan, menilik sejarah perkebunan di Indonesia, nusantara pada pra sejarah, awal kolonial hingga jelang Indonesia merdeka memegang peranan penting dan menjadi poros maritim dunia (PMD). 

Menurutnya, pembentukan Kementerian Perkebunan merupakan upaya yang logis guna memajukan atau membangkitkan kembali kejayaan sektor perkebunan khususnya rempah-rempah. 

Pasalnya, komoditas rempah-rempah sejak era Yunani kuno, Persia hingga Romawi menjadi komoditas perdagangan dunia.

“Misalnya, Barus di pantai Barat Sumatera, telah menjadi pusat perdagangan rempah sejak zaman Yunani, Romawi dan Mesir kuno. Begitu pula masa kerajaan-kerajaan Nusantara dan puncaknya di era kejayaan Islam pesisir abad 15 hingga 17 komoditas rempah-rempah menjadi primadona perdagangan dunia," katanya dalam keterangan pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Forum Alumni Independen IPB ini juga mengadakan diskusi kebangsaan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema “Mereka Datang dari Bogor untuk Indonesia” di Bogor, Jumat (1/6/2018) kemarin.

Pria alumni IPB 1995 atau pengajar Bioindustri Universitas Trilogi Jakarta itu mengungkapkan hingga para pelaut Eropa (Spanyol, Portugis, Belanda), mulai dari Magelhaens, Vasco da Gama, Colombus dan sebagainya berusaha mencapai kepulauan Nusantara untuk mencari rempah-rempah. 

Bahkan, Pulau Run di Maluku Utara, di masa silam ditukar dengan Manhattan antara Inggris dengan Belanda demi bisnis rempah-rempah. 

Jadinya, kata Karim, Nusantara di masa silam bisa disebut sebagai Jalur Rempah Maritim (JRM). 

"Jika Tiongkok masa silam punya Jalur Sutra, maka Nusantara memiliki JRM," ungkapnya.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya