Ani Yudhoyono Katakan Ibu Negara Tak Boleh Berpolitik

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

8 Juli 2018 23:45 WIB
Nasional | Rilis ID
Presiden ke-6 SBY dan Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono. FOTO: Kricom.id.
Rilis ID
Presiden ke-6 SBY dan Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono. FOTO: Kricom.id.

RILISID, Jakarta — Mantan ibu negara, Ani Yudhoyono, menyatakan bahwa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat memberi rambu-rambu agar ibu negara tidak berpolitik praktis.

"Tidak boleh berpolitik praktis," kata dia dalam peluncuran buku "Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati" di Jakarta, Minggu (8/7/2018).

"Saya tidak boleh hanya mementingkan parpol dimana Pak SBY berada," ujar Ani.

Untuk itu, saat mulai menjadi ibu negara, Ani Yudhoyono mengundurkan diri dari posisi sebagai wakil ketua umum Partai Demokrat yang sudah diembannya selama 2,5 tahun terakhir.

Selain tidak berpolitik praktis, rambu-rambu dari SBY kepadanya saat itu adalah untuk tidak berkecimpung dalam bisnis, karena akan menyita waktu dan perhatian.

Selain itu, SBY juga mendukungnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dianggap positif, inspiratif dan bermanfaat.

Ani Yudhoyono menekankan, tugas paling utama sebagai seorang ibu negara adalah berada di samping presiden untuk memberikan semangat serta dukungan moril dan membantu memelihara kondisi presiden setiap hari.

"Saya total menjalankan tugas sebagai ibu negara saat itu," kata Ani Yudhoyono.

Dalam buku itu, perempuan yang baru saja berulang tahun ke-66 itu membeberkan hal-hal penuh gejolak dan emosi yang dilalui, sehingga membutuhkan kekuatan fisik dan batin selama bekerja.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya