438 Jemaah Umrah Asal Lampung Tercatat Masih di Tanah Suci
Rimadani Eka Mareta
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Peningkatan ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat berdampak pada sejumlah penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran perjalanan ibadah umrah dan haji, termasuk bagi jemaah asal Provinsi Lampung.
Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 438 jemaah umrah asal Lampung masih berada di Tanah Suci, baik di Madinah maupun Makkah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Lampung, Ansori F. Citra, pada Senin (2/3/2026) mengungkapkan bahwa data tersebut dihimpun dari 14 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang telah melaporkan keberadaan jemaah mereka.
“Menurut catatan yang kami terima sampai pagi ini, masih ada 438 jemaah umrah kita dari 14 PPIU yang melaporkan ke kami. Total travel umrah di Lampung ada 114, terdiri dari 40 kantor pusat dan 74 kantor cabang. Saat ini kami masih terus meminta data tambahan dari pimpinan PPIU terkait jumlah pasti warga Lampung yang berada di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah,” ujar Ansori.
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait jemaah yang mengalami kendala kepulangan akibat situasi geopolitik tersebut. Data 438 jemaah tersebut merupakan laporan yang diterima pada akhir Februari 2026.
“Artinya, kemungkinan sudah ada yang kembali ke Tanah Air, dan ada juga yang memang masih menjalankan rangkaian ibadah umrah di sana. Sampai hari ini, Alhamdulillah, belum ada laporan jemaah yang tidak bisa pulang karena pembatalan penerbangan atau kendala lainnya,” jelasnya.
Terkait jemaah yang belum berangkat, pihaknya menyampaikan imbauan agar mempertimbangkan penjadwalan ulang keberangkatan apabila memungkinkan. Meskipun belum ada larangan resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun Kementerian Haji Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan.
“Kalau memang bisa dijadwal ulang atau ditunda keberangkatannya, alangkah baiknya ditunda sementara waktu. Mengingat eskalasi ketegangan antara Amerika, Israel, dan Iran saat ini cukup memanas. Tujuannya agar jemaah merasa lebih aman dan nyaman,” katanya.
Ansori juga menyoroti potensi gangguan penerbangan sebagai dampak yang perlu diantisipasi. Ia mengingatkan agar jemaah tidak sampai mengalami kendala saat hendak kembali ke Indonesia.
Umroh
ibadah umroh
iran
amerika serikat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
