Pembalakan Liar di Depan Mata

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

17 Juli 2025 18:26 WIB
Perspektif | Rilis ID
Tampan Fernando Hasugian, Jurnalis Rilis.id Lampung.
Rilis ID
Tampan Fernando Hasugian, Jurnalis Rilis.id Lampung.

Mereka sedang mengangkat batang kayu yang sudah dipotong-potong menjadi papan. Tampaknya baru saja ditebang dari dalam hutan.

Pria itu kembali menahan saya dan sengaja memarkir sepeda motornya di Tengah jalan. Dia mulai menginterogasi.

“Kamu sebenarnya siapa? Orang mana, Ngapain naik ke atas?" tanya dia.

Saya mulai mengerti. Pertanyaan-pertanyaan itu sepertinya karena mereka terganggu karena saya masuk ke ‘wilayah’ mereka.

Mereka ingin memastikan saya bukanlah 'ancaman' atas aktivitas (kemungkinan ilegal) yang sedang mereka lakukan.

Saya pun memberitahu bahwa saya adalah akamsi alias warga setempat. Rumah saya hanya sekitar 2 km dari gunung itu.

Tapi dia menanya lagi "Jadi mobilnya parkir dimana?"

Saya jawab lagi, saya lari marathon dari rumah, tak pakai kendaraan. Untuk meyakinkannya, saya lalu menyebut beberapa nama tetangga saya yang mungkin dia kenal.

Ternyata ada beberapa yang dia juga kenal, bahkan ia menyebut satu nama masih saudara dekat dengannya.

Sejak itu ekspresinya berubah jadi lebih tenang dan ramah. Mungkin karena sudah lega dan tahu kehadiran saya bukan ancaman atas ‘bisnisnya’ itu.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

pembakalan liar

kerusakan hutan

opini Tampan Fernando

Tampan Fernando Hasugian

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya