Pembalakan Liar di Depan Mata
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Oleh: Tampan Fernando Hasugian
Sabtu sore pekan lalu, saya memutuskan jogging ke arah atas gunung yang ada di perbatasan Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan.
Rute ini bukan hal baru bagi saya, setidaknya sudah 5 kali saya jogging ke gunung itu, yang lokasinya tak jauh dari Pintu Tol Lematang.
Tapi kali ini, ada yang berbeda dari pengalaman sebelumnya. Di tengah perjalanan, saya dihentikan oleh seorang pria yang berusia sekitar 50-an tahun.
Ia berdiri di tengah jalan tanah, matanya tajam menatap sejak jarak saya masih jauh. Setelah dekat dia lalu bertanya.
“Mau ke mana mas?” dengan nada datar.
Saya menjawab dengan ramah "Mau jogging Pak, olahraga sore.”
Pria itu diam sejenak, lalu membiarkan saya lewat tanpa banyak bicara lagi.
Sampai di atas gunung saya sejenak melepas lelah sambil menikmati pemandangan indah wilayah Sukabumi Bandar Lampung dan daerah Tanjung Bintang Lampung Selatan.
Saat hampir senja, saya turun lagi untuk pulang ke rumah. Tapi dari kejauhan, saya melihat pria tadi masih ada di sana. Kali ini ia tidak sendiri. Di belakangnya ada tiga orang lainnya.
pembakalan liar
kerusakan hutan
opini Tampan Fernando
Tampan Fernando Hasugian
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
