Zakat sebagai Jaring Pengaman Sosial
lampung@rilis.id
Zakat adalah untuk membangun kesalehan individu, strategi muroqobah seorang hamba dengan Tuhannya, menambah kecerdasan, dan kesalehan sebagai makhluk sosial.
Ramadan juga mengajarkan kepada umat muslim untuk melaksanakan ibadah sosial, sebagai sarana untuk meningkatkan rasa kasih sayang, persamaan derajat dan solidaritas sosial.
Dengan hikmah dan rahasia Ramadan, manusia dituntut untuk dapat merasakan kesedihan saudara-saudaranya yang masih ditimpa rasa lapar dan dahaga. Karena mereka tidak dapat makan dan minum senikmat kita.
Maka setiap muslim dituntut untuk menumbuhkembangkan sifat kedermawanan dan empati untuk berbagi kepada kaum duafa di sekitarnya dalam rangka untuk meraih kemuliaan dihadapan Allah Ta’ala.
Semoga Ramadhan tahun ini mampu mempertebal keyakinan kita untuk kembali pada tuntunan Allah. Bahwa menjadi satu kewajiban bagi seorang muslim yang diberikan kelebihan harta untuk berbagi kepada kaum duafa. Sehingga kewajiban berzakat pun menjadi salah satu pilar dalam rukun Islam.
Hal penting dalam berzakat, yakni membangun kesalehan individu, strategi muroqobah seorang hamba dengan Tuhannya, dan menambah kecerdasan serta kesalehan sebagai makhluk sosial yang berbagi peduli dengan lingkungan dan kaum yang belum beruntung.
Dengan memberanikan diri menafkahkan sebagian harta yang dititipkan Allah, pada akhirnya seseorang mampu merasakan tarikan magnet dan gravitasi nikmatnya bersedekah.
Karena sesungguhnya ketaatan dan kepatuhan seorang muslim dalam menjalankan ibadah puasa dapat diukur sejauh mana dirinya menunjukkan kepedulian terhadap kaum duafa.
Dengan berinfaq dan bersedekah, semoga akan menyempurnakan ibadah puasa yang kita laksanakan dan menghantarkan kita untuk menggapai maqam tertinggi di hadapan-Nya sebagai hamba yang menyandang derajat muttaqin.
Wallahu a’lam bis showab, minal aidin wal faizin 1441 Hijriah. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
