Perekonomian Lampung on Track
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Kerja keras APBN ditujukan, pertama, menstimulus perekonomian nasional, terus didorong untuk peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Kedua, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan pendukung transformasi ekonomi (ICT, konektivitas, energi, pangan), termasuk pembangunan IKN.
Ketiga, meningkatkan efektivitas reformasi birokrasi untuk mewujudkan birokrasi yang lebih efisien dan berintegritas. Lalu, melanjutkan penguatan spending better melalui efisiensi belanja dan result-based budgeting, termasuk peningkatan efektivitas perlinsos dan fleksibilitas belanja untuk antisipasi ketidakpastian.
Terakhir, peningkatan harmonisasi belanja pusat dan daerah dan peningkatan kualitas pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) yang terarah, terukur, akuntabel dan transparan untuk percepatan transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Arah kebijakan fiskal tersebut akan mengisi strategi pengelolaan APBN di tahun 2023.
Kinerja Belanja Negara Lampung 2021
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Provinsi Lampung tahun 2021 berhasil mencatatkan rekor tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Penerimaan Negara tumbuh 14,16 persen didorong stimulus fiskal yang berhasil meningkatkan geliat ekonomi masyarakat.
Pajak Perdagangan Internasional berhasil tumbuh tinggi mencapai 322,58% (yoy) terutama disumbang oleh bea ekspor dari produk Crude Palm Oil (CPO).
Sedangkan untuk realisasi belanja APBN tahun 2021 tercatat sebesar 31,55 triliun atau 99,32 persen dari pagu.
Serapan belanja pemerintah pusat di antaranya untuk mendukung program pemulihan ekonomi dan perlindungan sosial bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
