Normal Baru
lampung@rilis.id
RILISID, — SUDAH siapkah kita menghadapi new normal? Kehidupan normal baru. Kehidupan di mana kita mulai bisa aktif dan produktif. Kehidupan transisi menuju normal yang sesungguhnya.
Tetapi kehidupan normal yang baru tentu akan bisa dijalani dengan ketentuan dan syarat berlaku. Saat ini mau tidak mau kita harus berdamai dengan Covid-19.
Berdamai bukan berarti "menyerah" dan "terserah". Tapi, beradaptasi dengan situasi pandemi sampai vaksin Covid-19 ditemukan. Berdamai untuk hidup berdampingan hingga beberapa bulan atau bahkan sampai tahun depan.
Sampai saat ini kita tidak tahu kapan vaksin Covid-19 ditemukan. Kita tidak tahu masa ”lockdown" ini kapan berakhirnya jika akan diteruskan. Begitu banyak korban yang terus berjatuhan. Bukan hanya jiwa, tapi juga ekonomi, sosial, dan budaya.
Pemerintah mulai mewacanakan kehidupan new normal, maka kita harus segera bersiap menghadapinya. Tidak cukup hanya dengan mengatur sistem dan prosedur. Tapi sejujurnya yang paling penting adalah mengetuk setiap hati nurani insan yang ada di bumi ini.
Ketika kita hanya mengatur sistem dan prosedur tanpa adanya kedisiplinan dan kesadaran dari masing masing orang, maka tidak akan pernah ada hasilnya.
Kita bisa menyaksikan yang terjadi saat ini. Ketika masjid dibatasi, sebaliknya justru pusat perbelanjaan ramai dikunjungi.
Kita menyaksikan masyarakat yang marah ketika diingatkan akan ketentuan protokol kesehatan. Hal-hal seperti ini tidak akan terjadi jika kepatuhan itu tumbuh dari kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga diri.
Menjaga kesehatan diri dan keluarga saat ini menjadi bagian dari menebar kebaikan kepada sesama. Kesakitan kita saat ini karena Covid-19 akan memberikan dampak bukan hanya kepada kita. Tapi juga keluarga dan lingkungan. Mari kita jaga diri, jaga keluarga, jaga sesama untuk menyongsong kehidupan new normal.
Kita juga perlu berempati terhadap saudara saudara kita yang terkena Covid-19, karena penyakit yang diakibatkan Covid-19 bukanlah aib yang harus dihindari, dikucilkan, atau ditutupi. Ini semua adalah ujian dari Allah SWT, yang jika manusia mensyukuri dan mengambil pelajaran di dalamnya pasti akan banyak hikmahnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
