Ngopi di Hari Jumat

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

30 Desember 2019 06:01 WIB
Perspektif | Rilis ID
Husna Purnama, S.E., M.E.P, Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Saburai
Rilis ID
Husna Purnama, S.E., M.E.P, Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Saburai

Menurut pendapat Kuznets, pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan kemampuan suatu negara dalam menyediakan berbagai jenis barang-barang ekonomi yang berjumlah banyak bagi penduduknya.

Lyncolin Arsyad dalam bukunya Ekonomi Pembangunan menyatakan bahwa para ekonom menyadari bahwa  mekanisme pasar tidak mampu menciptakan penyesuaian (adjusment) dengan cepat jika terjadi perubahan, terutama kita yang masih sebagai negara sedang berkembang. Sehingga campur tangan pemerintah tetap diperlukan, jika ingin mencapai proses pembangunan lebih cepat.

Kebijakan gubernur minum kopi sangat menguntungkan, ditambah dengan terbukanya jalur penghubung antara Lampung dan Palembang yang lebih cepat, juga membuka peluang kopi yang semakin menjanjikan.

Masalah Petani Kopi
Kopi asal Lampung memang sudah cukup dikenal di nusantara. Selain kualitas kopinya terbaik, juga aroma dan cita rasa khas kopi robustanya berkesan.

Lahan kebun kopi di Lampung terluas pertama berada di Kabupaten Lampung Barat yang mencapai 59.357 hektare (ha), sedangkan urutan kedua Kabupaten Tanggamus seluas 54.256 ha, disusul Kabupaten Lampung Utara seluas 15.865 ha.

Berdasarkan Data Statitik Perkebunan Kopi di Lampung (2011) --yang dikutip dari Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan, dari luasan kebun kopi 59.357 ha tersebut hasil produksi biji kering per tahun mencapai 29.712 ton per hektare.

Sedangkan data yang dimiliki Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lampung Barat menyebutkan, luas lahan tanaman kopi di kabupaten tersebut mencapai 60.347,7 hektare, dengan produksi biji kopi keringnya 29.712 ton per tahun per hektare.

Perkebunan kopi robusta di Lampung tumbuh di dataran tinggi pada ketinggian 400 – 700 meter di atas permukaan laut dengan temperatur 21 – 24 derajat celcius.

Di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus memang kontur daerahnya berbukit-bukit, sangat cocok dengan tanaman kopi robusta.

Menurut Iwan, salah seorang petani kopi di Balik Bukit, Liwa, Lampung Barat, sebagian besar penduduk kabupaten tersebut berprofesi sebagai petani kopi. Selain itu, ada yang bercocok tanam lainnya, termasuk petani damar mata kucing.

Menampilkan halaman 3 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya